5 Komentar terbaik RumaMaida:

1

Nama Pengirim: Anindita

Sebenarnya masih banyak pemuda Indonesia yang idealis seperti Maida hanya saja mungkin tidak terekspose oleh media. Cara generasi muda untuk mengekspresikan hal tersebut berbeda dengan zaman2 sebelumnya. Bila pada era reformasi suara mahasiswa didengar melalui pergerakan pemuda dan demonstrasi mungkin hal tersebut sudah tidak seefektif dulu bila dilakukan saat ini. Sekarang generasi muda Indonesia beraksi lewat karya yang membanggakan bangsa seperti para siswa yang menang di olimpiade sains, para sineas yg berlaga di festival internasional, enterpreneur muda berkaryadi pasar global yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, dsb.

Sudah saatnya generasi muda memberikan bukti nyata bagi bangsa bukan hanya sekedar janji-janji atau jargon yang diteriakkan. Ruma Maida merupakan salah satu cara untuk mengingatkan kaum muda bahwa kita adalah penggerak bangsa, bahwa kita sebenarnya mampu untuk membuat perubahan jika kita yakin dan optimis akan apa yang kita lakukan, dimulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita yang akan membawa dampak yang besar bagi lingkungan sekitar.
2

Nama Pengirim: Aba A.

Cinta sebagai nilai warisan kasih Tuhan, selalu saja menjadi universal value yang mewarnai setiap mahluk Tuhan, di setiap kejadian, di setiap masa terkadang juga menjadi sebab sebuah peristiwa besar bermula. Tentu seharusnya menarik jika kisah kasih sayang anak manusia tsb bisa "blended" -beramu-padu dalam peristiwa-peristiwa sejarah bangsa sendiri.

Nasionalisme, tidaklah harus selalu dikaitkan dengan sumpah pemuda, apalagi hari ini suasana sangat berbeda dengan masa-masa tahun 45 tsb, dulu musuh bersama adalah kolonialis dan imprelialis, sementara hari ini adalah kemiskinan, penganguran, dan intoleransi idealisme.

Tantangan hari ini adalah bagaimana anak muda bisa kritis dan bisa adaptasi tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kebaikan dan adab bangsa sendiri di zaman Globalisasi Dunia yang tanpa batas dan Informasi yang berlimpah.

Adalah hal sulit mengedepankan sumpah pemuda sementara perut berasa lapar, karena hari ini demi mendapatkan singkong yang ditanam di pekarangan sendiri bukanlah hal yang mudah.


3

Nama Pengirim: Indah S.E.

Toleransi : saya memilih tema toleransi karena sebenarnya akar permasalahan

kebangsaan ini masih terasa semu di tataran kita khususnya pada masyarakat kelas bawah, contohnya setiap ada permasalahan antar dua suku budaya seringkali terucap umpatan yang berkonotasi negatif atas suatu agama atau suku, misalnya : "dasar lo cina!". Ditambah lagi, pada saat ini ada beberapa pihak yang mengatasnamakan agama berdemo untuk hal-hal yang tidak mereka setujui, padahal mereka tidak memahami inti permasalahan sebenarnya, contoh : demo atas artis luar yang akan main film di Indonesia justru diprotes, yang ironisnya film itu belum diproduksi sama sekali.  Kemudian pada kalangan masyarakat kelas atas, kita bisa lihat adanya single majority pada hal-hal tertentu yang mengusung simbol-simbol agama pada upacara keagamaan yang

bila dikaitkan dengan dasar negara kita bukanlah berdasarkan atas satu agama.
4

Nama Pengirim: Henny I

Pelajaran mengenai keberagaman penting ditanamkan sejak dini. Ide ini terdengar klise memang, bahkan hampir menyerupai bunyi salah satu butir P4. Akan tetapi, kalausaja kita menyadari dengan 'mengizinkan' anak-anak kita tumbuh bersama dengan kawannya yang lain agama, lain etnis, lain suku bangsa, dan seterusnya, kita akan lantas menyadari, sesuatu yang klise itu ternyata cukup menakutkan dilakoni,terutama untuk mereka-mereka yang 'parno', takut secara berlebihan akan hal-hal yang sebenarnya hanya berkembang di kepala mereka. Dampak dari kekerasan Mei 98 misalnya, bisa juga diupayakan dengan menebas jarak antara aku-kau, pendatang-pribumi, peranakan-asli, atau istilah-istilah lain yang diperuntukan untuk membangun tembok.

Seperti apa, misalnya topik toleransi, dalam film ini dikejawantahkan, itulah yang mendorong saya untuk menontonnya. Bagaimana ide-ide besar itu diwujudkan dalam hal-hal, yang seakan, sepele, semoga dapat menginspirasi penontonnya.
5

Nama Pengirim: Aman L.G.

Indonesia merupakan bangsa yang multicultur,banyak perbedaaan yang di usung dan semuanya itu sangat kontras.Tetapi Itu bukan merupakan suatu penghalang untuk kita bersatu dalam perbedaan.

Tetapi apa yang terjadi di Indonesia,kenapa banyak pertikaian antar ras,suku dan golongan ,salah satu akibatnya adalah karenakan semuanya merasa benar sendiri dan tidak menghargai perbedaan yang ada.

Misalnya masalah agama,kalau kita berkeyakinan agama kita yang benar,janganlah kita memusnahkan dengan kekerasan, yang kita anggap agamanya tidak benar ,TETAPI kita yang menganggap agama kita benar berdoa kepada Tuhan yang kita percayai agar mereka yang sesat kembali ke jalan yang benar.Karena demikianlah seharusnya di Indonesia yang multicultur,kalau tidak demikian jangan kita berharap kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia tercinta ini bisa terjaga.