|
Bersiaplah memasuki Ruma Maida!
Film Indonesia konon memang sedang tumbuh subur. Selain jumlahnya yang semakin berlipat ganda, secara kualitas pun tumbuh semakin baik. Bagi penggemar film Indonesia, maka hari-hari di sekitar Idul Fitri selalu menjadi masa bulan madu sejak zaman dulu. Tahun ini pun begitu banyak film Indonesia yang bisa dinikmati di masa liburan lebaran.
Memasuki bulan Oktober, tampaknya film-film Indonesia masih akan berjaya di layar-layar bioskop tanah air. Salah satu yang akan bisa kita nikmati di bulan Oktober adalah "Ruma Maida". Ruma Maida disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja dan dibintangi Atiqah Hasiholan, Davina Veronica, Yama Carlos, Nino Hernandez, Wulan Guritno, Frans Tumbuan, Hengky Solaeman dan Rizal Edwin Manangsang. Istimewanya, film ini ditulis oleh salah satu sastrawan muda papan atas Indonesia, Ayu Utami. Berikut sinopsisnya: Maida adalah gadis kikuk yang idealis. Ia mengelola sekolah bagi anak jalanan di sebuah bangunan tua yang terbengkalai. Disulapnya sisi dalam bangunan rongsok itu bagai istana putri salju dan para kurcaci. Meja dan bangku dibuat dari sisa kayu. Perlengkapan kelas dibuat bersama dari barang bekas. Pada suatu hari, seorang pengusaha membeli kavling itu dan hendak mengubahnya menjadi sentra bisnis. Maida dan sekolah liarnya terancam terusir. Maida berjuang keras untuk mempertahankan istananya. Dalam perjuangannya, Maida justru menyibak misteri rumah tua tersebut. Bangunan itu adalah saksi bisu atas kisah cinta yang syahdu dan tragis antara dua insan di tengah perjuangan kebangsaan dan kemerdekaan Indonesia. Melalui tokoh Maida, film ini bercerita tentang Indonesia masa kini. Tentang perjuangan seorang gadis muda yang idealis untuk mendirikan sekolah gratis. Melalui kisah cinta seorang penerbang dan penyanyi di masa kemerdekaan, film ini berkisah tentang nilai-nilai kebangsaan yang diperjuangkan para pendiri negeri ini. Film ini adalah kisah cinta dan perjuangan anak muda Indonesia yang idealis dan akan membawa kita ke masa kini dan masa lalu. Lewat tokoh Maida dan rumah bersejarahnya, kita bertemu dengan para pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta, serta mengarungi roman maupun tragedi nasib manusia pada titik-titik bersejarah tanah air: di masa Revolusi Kemerdekaan, hingga Reformasi 1998. Hmm... Sepertinya cukup menarik ya. Jadi mari bersiap-siap memasuki Ruma Maida! Sumber |
![]() |