|
'RUMA MAIDA', Angkat Kembali Semangat Bhinneka Tunggal Ika
Setelah perfilman Indonesia mulai ramai dengan film-film yang mengangkat rasa nasionalisme seperti MERAH PUTIH, pada bulan Oktober ini penonton kembali disuguhkan film bertema kebangsaan, RUMA MAIDA.
Berawal dari sosok Maida (Atiqah Hasiholan) yang terkenal kikuk namun cukup idealis. Terutama menyangkut kehidupan dan kesejahteraan anak-anak jalanan. Dengan menggunakan sebuah bangunan tua yang terbengkalai, Maida menyulap bangunan itu menjadi sebuah sekolah bagi anak-anak jalanan. Bangku dan meja ia buat dari barang-barang bekas. Ia mengajar anak-anak jalanan, dengan harapan suatu saat, anak-anak ini bisa mengubah hidup mereka jauh lebih baik. Perjuangan Maida semula berjalan mulus hingga suatu ketika ada seorang pengusaha (Frans Tumbuan) yang membeli kawasan di mana bangunan tua itu berdiri dan bakal dijadikan sentra bisnis. Sang arsitek, Sakera (Yama Carlos) pun disuruh membantu membujuk Maida agar mau melepaskan bangunan tersebut. Sekolah liar Maida pun terancam tergusur. Mengetahui hal ini, Maida berjuang mati-matian mempertahankannya. Dalam perjalanannya menyelamatkan bangunan tua itu, Maida malah menyingkap sebuah rahasia. Ternyata bangunan tua tersebut merupakan saksi bisu atas kisah cinta yang tragis pada zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sakera pun mengalami dilema. Di satu sisi ia kagum dengan semangat Maida berjuang demi anak-anak jalanan dan mempertahankan sejarah, tapi di sisi lain ia harus menghancurkan bangunan bersejarah demi pekerjaannya. Pun Sakera ternyata tak mampu mengusir Maida dan anak-anak dari bangunan tersebut, malah jatuh cinta pada Maida. RUMA MAIDA yang merupakan film pertama Ayu Utami sebagai penulis skenario ini menceritakan perjuangan sosok perempuan, Maida, yang ingin mendirikan sekolah gratis dengan latar belakang kisah cinta seorang pilot dan penyanyi di masa kemerdekaan. Film ini ingin menyorot semangat persatuan dan rasa bhinneka tunggal ika yang mulai surut dari anak-anak muda Indonesia. Didukung deretan bintang, Atiqah Hasiholan, Yama Carlos, Davina Veronica, Imelda Soraya, Nino Fernandez, Wulan Guritno, RUMA MAIDA percaya bahwa masih banyak anak-anak muda yang ingin meneruskan cita-cita mulia para pelopor bangsa, yakni mencerdaskan bangsa dan hidup damai berdampingan dengan semangat bhinneka tunggal ika. Di kursi sutradara, ada nama Teddy Soeriaatmadja yang sebelumnya terkenal jago membuat sinematografi yang apik, seperti karyanya di BANYU BIRU dan RUANG. Melalui film ini pula, Teddy ingin mengajak penonton menikmati gedung-gedung tua yang memiliki nilai historis. RUMA MAIDA bakal diluncurkan bertepatan dengan perayaan Sumpah Pemuda, 28 Oktober ini. Tak hanya menulis skenario, Ayu juga memperlihatkan kemampuannya yang lain, yakni menulis lagu khusus untuk filmnya ini. (kpl/riz) Sumber |
![]() |